7 Hal Menarik tentang Penyu

Penyu merupakan salah satu satwa  laut yang sangat menarik.  Bentuknya mudah dikenali dan menggemaskan, sehingga satwa ini banyak disukai manusia. Selain itu, siklus hidupnya sangat menarik, karena identik dengan perjuangan dan petualang di alam bebas. Penyu juga banyak dijadikan sebagai simbol atau maskot konservasi.  Berikut beberapa hal penting yang  tentang penyu.yang menarik untuk diketahui.

1. Semua jenis penyu masuk dalam kategori dilindungi hukum nasional dan internasional

2. Enam dari tujuh jenis penyu yang ada di dunia internasional terdapat di Indonesia. Keenam jenis penyu yang ada di Indonesia adalah penyu hijau (Chelonia mydas), penyu sisik (Eretmochelis imbricata), penyu lekang    (Lepichelys olivacea), penyu belimbing (Dermochelys coriacea), penyu pipih (Narator depressus), penyu tempayan (Caretta caretta). Hanya penyu Kemp’s ridley (Lepidochelys kempi) yang tidak terdapat di Indonesia.

3. Jumlah sekumpulan (cluth) telur penyu bisa mencapai 100 – 150 butir . Para ahli memperkirakan hanya 1 % saja, yang bisa bertahan hidup sampai dewasa.

4. Penyu bisa mengenali daerah  asal mereka, walaupun sudah tiga puluh tahun meninggalkannya . Hanya penyu betina saja yang kembali ke daerahnya untuk meletakkan telur saat musim berbiak.

5. Penyu bisa menjelajah lautan sepanjang 3000 KM, melintasi berbagai benua dalam kurun waktu 1 – 2 bulan. Penyu memiliki alat navigasi alamiah di kepalanya sebagai alat bantu mereka menjelajah samudra.

6. Penyu sangat suka makan ubur-ubur, udang, cumi-cumi, terumbu karang, dan rumput laut. Penyu bisa mati karena memakan sampah plastik. Mereka menyangka sampah plastik tersebut adalah  ubur-ubur.

7. Telur penyu sering dikonsumsi, karena banyak orang mengira telur penyu mengandung banyak gizi. Padahal, hasil penelitian menyebutkan bahwa dalam dalam sebutir telur penyu banyak di temukan zat berbahaya, termasuk logam berat. Satwa ini  diketahui mengkonsumsi banyak makanan yang terkontaminasi di lautan.

DSC_0161

Henry Ali Singer

Categories: Biodiversity | Leave a comment

Tellescoping Effect

Suatu fenomena yang menakjubkan dan jarang terjadi.  Kalau saja Anda seorang seorang pemerhati alam atau pendaki gunung dan hobby mencermati fenomena alam sepertinya harus datang ketempat ini. Suatu keajaiban terjadi pada vegetasi di Padang Kuku (Nama bagian blok Hutan Lambusango yang luasnya sekitar 5 Ha).

Di daerah tersebut ditumbuhi oleh vegetasi menakjubkan, ditumbuhi pohon-pohon kerdil daun tebal dan batangnya bengkok-bengkok.  Kondisi semacam ini biasanya terjadi pada suatu kawasan pada ketinggian di atas  1000 m dpL (alpine atau sub alpine).  Tapi, fenomena di Padang Kuku hanya terjadi pada ketinggian 350 – 375 m dpL.

Adalah Pulau Buton dan Hutan Lambusangonya yang telah mempersembahkan sejuta keajaiban bagi pengagum alam liar. Seolah tidak cukup dengan jenis-jenis satwa endemik saja, Hutan Lambusango telah mempersembahkan keajaiban tambahan yang seakan tidak pernah habis

.

Kawasan seperti di Padang Kuku, memang sangat jarang ditemui. Oleh karenanya IUCN telah mengukuhkan menjadi kawasan yang harus benar-benar dilindungi.  Fenomena yang terjadi di Padang Kuku disebut oleh para ahli sebagai tellescoping effect.  Layaknya kalau kita melihat satwa dengan teleskop, yang tadinya jauh bisa terlihat lebih dekat.  Demikian halnya dengan kondisi ini yang harusnya terjadi pada ketinggian di atas 1000 m, hanya terjadi pada ketinggian di bawah 400 m dpL.

Padang Kuku menghadap teluk Kapontori, di lautan lepas,  banyak terjadi penguapan air laut, juga sering membentuk kabut.  Penutupan kabut tersebut sering menutupi cahaya matahari ke lantai hutan sehingga menghambat fotosintesis tumbuhan, ditambah substrat tanah di Padang Kuku juga tercatat agak berbeda dengan bagian lain Hutan Lambusango.  Oleh karena itu, selain disebut dengan hutan kerdil (dwarf forest), Padang Kuku juga disebut dengan (cloud forest).

Henry Ali Singer

Categories: Biodiversity | 1 Comment

Create a free website or blog at WordPress.com.