Posisi Strategis Camat

kapontori-meeting.gif

Pengalaman berharga dalam dua minggu terakhir,

Dalam melakukan fasilitasi konservasi Hutan Lambusango  di masyarakat, selama ini kita lebih banyak melakukan pendekatan terhadap kepala desa dan eksekutif di Pemkab Buton, sepertinya agak melupakan camat.

Itu tidak salah, namun langkah yang lebih cerdas sebenarnya kalau kita bisa lebih melakukan pendekatan terhadap camat juga. Posisi Camat sangat strategis, karena beliau bisa menjadi perantara kebijakan konservasi bupati sampai implementasi ditingkat desa.  

Kita juga harus paham bagaimana kebiasaan dipemerintahan, anak buah yang harus tunduk atasan.   Bupati Buton  telah mengeluarakan ancaman akan menonjobkan camat, kalau pada 2008 diketahui ada masyarakat diwilayah kecamatan tertentu yang terkait masalah perambahan dan illegal logging.  Sontak saja seluruh camat, yang ada di Kabupaten Buton harus siap siaga, alih-alih dia bisa dicopot jabatannya karena kasus yang menimpa warganya.  Digiringnnya 13 tersangka perambahan hutan di Kapontori hingga ke kejaksaan minggu lalu, disinyalir menjadi pemicu bupati yang mengeluarkan pernyataan tersebut. 

Camat Kapontori seolah panik, beliau segera mengundang seluruh kepala desa yang ada di wilayahnya untuk berkumpul membahas masalah pemanfaatan hasil hutan.  Tanpa banyak ba – bi -bu, akhirnya camat mengintruksikan seluruh kepala desa untuk lebih bisa mengawasi masyarakatnya.  Setiap masyarakat yang akan membuka hutan, harus diketahui kepala desa. Nanti Kepala Desa menyampaikan kepada camat, kemudian camat yang akan mengeluarkan izin lagi.

Ada lagi keputusan yang kontroversial, Camat mengintruksikan warganya melalui kepala desa untuk membuat pernyataan yang ditandatangani.  Bagi masyarakat yang saat ini memiliki kebun dikawasan hutan negara, harus segera menandatangani surat pernyataan bersalah dan bersedia keluar dari kawasan.  Keputusan ini, tentu saja tidak lajim,  banyak kejadian serupa di daerah lain biasanya kepala pemerintahan, termasuk camat, paling hanya mengintruksikan warganya agar tidak memperluas lahan di kawasan lagi, stop, yang sudah terjadi terjadilah.

Terlepas dari keputusan camat yang keras tersebut, akhirnya kita bisa belajar, kedudukan camat itu ternyata penting untuk mengimplementasikan aturan  konservasi di lapangan. Kalau toh ada sedikit ketegangan dengan masyarakat, itu hal lumrah, karena bila terlalu lunak juga masyarakat bisa mengangap ancaman hukuman bagi perambah hutan hanya omong kosong belaka. 

Categories: Aksi Konservasi | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: