Semangat!

Semangat, semangat, semangat,…. 

Semangat adalah modal hidup manusia.  Hidup tanpa semangat, memberikan banyak peluang pikiran manusia untuk  terlalu banyak berfikir negatif. Kalo sudah begitu, otak jadi kotor, mental dan fisik kita juga jadi lemah. Kita bisa gampang terkena penyakit.

Semangat hidup, memberikan aura positif pada lingkungan sekitar.

Bayangkan saja, saat kita masuk kantor dalam keadaan lesu kurang semangat, pekerjaan yang ringat jadi terasa berat. Pekerjaan yang berat tambah berat. Pikiran jadi tidak fokus.

Lihat teman-teman kita yang kerja dengan penuh semangat, masuk ke kantor mengucapkan Assalamu’alaikum Halo Apa khabar dan berseri-seri.  Suasana kantor yang tadinya mumet,beku, dalam sekejap menjadi cair.

Semut-semut yang ada dirumah kita, mereka dengan penuh semangat berjalan terus tidak pernah berhenti. Walalupun berbagai rintangan, naik-turun, seolah tidak ada pengaruhnya bagi mereka. Bahkan, semut juga tidak pernah banyak berfikir dapat menarik makanan temuannya yang jauh lebih besar dari ukuran tubuhnya. Sungguh, suatu semangat pantang menyerah.

Saat diri kita, terpuruk kena musibah, seperti ditinggal keluarga yang dicintai atau rumah kita terbakar, yang menghabiskan seluruh harta benda kita, termasuk barang-barang berharga dan ijasah-ijasah, foto-foto yang jadi bukti sejarah kehidupan kita, file-file penting di hardisk. Seolah diri ini tidak berdaya, dan sudah tidak punya apa-apa lagi. Tapi, kalo kita fikir secara sehat hal tersebut bisa menjadi pembelajaran yang sangat mahal dalam hidup kita. Sayang sekali, suatu kejadian besar lewat begitu saja, tanpa kita bisa mengambil pelajaran dari hal tersebut.

Semangat baru, perlu terus ditumbuhkan saat kita berada dalam keterpurukan, pada saat itu, kita bisa lihat kebelakang, bagaimana saat kita lahir, tidak punya apa-apa, dan tanpa membawa apa-apa. Apa yang perlu dirisaukan, toh semua yang kita miliki merupakan hanya asesoris, titipan sang kholik. Kalau dia mau mengambilnya kita harus ridho.

Siapapun manusia, akan terkena musibah, ya minimal kita bisa ditinggal oleh orang yang paling dicintai. Kita harus siap, bagaimana bisa menyikapinya dengan benar. Jangan sampai putus asa. Karena putus asa itu adalah dosa.  Sebaliknya kalo kita bisa berserah diri, hal itu bisa jadi bagian dari penggugur dosa-dosa yang sudah kita lakukan.

Menatap hidup ini dengan penuh semangat, menjadikan perjalanan hidup kita menjadi lebih berwarna.

Categories: Life Force | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: